Perawatan Rutin untuk Sepeda Kesayangan

Jika kita mempunyai sepeda, tentu kita ingin agar sepeda tersebut dapat bertahan lama. Karenanya, perlu perhatian lebih agar sepeda bisa dipakai dalam waktu yang panjang. Merawat sepeda secara rutin merupakan langkah termudah untuk memastikan sepeda yang kita beli tidaklah sia-sia.

Tidak ada kesulitan berarti dalam merawat sepeda, namun butuh dedikasi. Setelah bersepeda jarak jauh, ada baiknya jika kita tidak menyandarkan sepeda ke tembok begitu saja dan pergi, namun merawatnya dengan lembut dan penuh kasih sayang. Apa yang harus dilakukan?

1. Jaga sepeda tetap bersih

Menjaga sepeda tetap bersih memang sederhana, namun sangat penting. Hal ini bukan hanya membuat sepeda tampak keren, melainkan juga memastikan setiap bagian sepeda berfungsi dengan sempurna.

Perlu diingat, bersihkan sepeda dengan teliti hingga ke bagian-bagiannya setelah kita bersepeda menerjang hujan atau lumpur.

Jangan lupa buat jadwal rutin untuk membersihkan sepeda. Ini tergantung seberapa sering kita bersepeda, namun jika ingin menjaga sepeda dalam kondisi terbaik, bersihkan setidaknya sebulan sekali.

2. Pelumas untuk mencegah aus

Pastikan sepeda dilumasi dengan benar –terutama bagian sepeda yang memiliki mekanisme gerak– dari keausan berlebih.

Hindari melumasi terlalu banyak, karena akan menarik kotoran dan merusak sepeda. Biarkan pelumas meresap, lalu bersihkan sisa oli dengan lap.

Selain rantai, berikan pelumas pada seluruh bagian yang memiliki mekanisme gerak, termasuk tuas rem dan derailleur (komponen untuk mengganti gir atau gigi pada sepeda), kabel, serta bearing.

3. Ganti rantai secara teratur

Rantai yang dipakai berkali-kali akan tergerus oleh gir yang tajam karena menopang beban tubuh kita yang berat. Rantai menjadi aus dan meregang seiring waktu karena kotoran dan gesekan.

Meregangnya rantai pasti akan terjadi dan bukan masalah besar. Yang menjadi masalah adalah saat rantai meregang terlalu parah dan gigi pada cassettes (kumpulan sprocket/gir di belakang) mulai aus. Jika itu terjadi, kita harus mengganti keduanya.

Sebaiknya ganti rantai setelah menempuh jarak sejauh 1.600 – 3.200 kilometer, satu tahun sekali, atau setiap rantai tersebut mulai menunjukkan tanda aus.

Ini adalah tugas sederhana yang dapat dilakukan pesepeda dengan alat dan pengetahuan tepat.

4. Lakukan pengecekan sepeda secara menyeluruh

Periksa frame atau rangka sepeda untuk mencari goresan atau lekukan serius. Area spesifik yang harus dicek adalah bagian sambungan, khususnya di sekitar head tube (posisinya berada di bawah setang), dan braket bawah.

Jika ada retakan, bawa sepeda ke bengkel untuk dicek oleh mekanik yang berpengalaman. Rawat sepeda dengan penyetelan rutin dan pemeriksaan tahunan di bengkel yang biasa kita datangi.

5. Bersepeda di jalanan bersih

Agaknya hal ini tidak mungkin selalu dilakukan, namun bersepeda di kala hujan dan jalanan yang penuh lumpur akan membuat sepeda dan komponen di dalamnya lebih cepat rusak.

Jika kita bisa menghindari daerah-daerah dengan banyak lumpur dan kerikil, sepeda akan lebih awet.

Inilah mengapa banyak orang memilih sepeda yang lebih murah untuk dikendarai dalam cuaca ekstrem, dan menyimpan sepeda yang lebih mahal untuk digunakan di kondisi normal.

6. Simpan dengan baik Membiarkan sepeda terbuka tanpa pelindung akan mempercepat kerusakan. Sinar matahari, hujan, dan material asing menyebabkan sepeda rusak dan kita harus memperbaikinya.

Jika cuaca sedang lembap, karat pada komponen logam tertentu juga dapat berkembang lebih cepat.

Sebaiknya, simpan sepeda di dalam rumah. Namun, jika kita tidak memiliki ruang yang memadai, lindungi dengan cover sepeda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *