Terkait Covid-19, Anies Baswedan Sebut Kondisi Jakarta Makin Terkendali

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut positivity rate atau tingkat positif Covid 19 di ibu kota berada di angka 3,8 persen dalam dua hari terakhir. Sedangkan secara rata rata 5 persen. Dengan angka demikian, Anies Baswedan mengatakan kondisi Jakarta kian terkendali.

"Jakarta Alhamdulillah sudah satu bulan ini angka positifnya rata rata 5 persen." "Bahkan dua hari ini 3,8 persen." "Artinya kondisi di Jakarta sudah makin terkendali," kata Anies Baswedan dalam video yang diunggah kanal YouTube Pemprov DKI, Jumat (26/6/2020).

Berdasarkan angka risiko menurut World Health Organization (WHO) atau organisasi kesehatan dunia, angka positif DKI Jakarta jauh di bawah yang direkomendasikan WHO. WHO sendiri menetapkan angka positivity rate suatu wilayah harus 10 persen untuk bisa melaksanakan masa transisi. Meski punya angka yang cukup rendah, Anies Baswedan menegaskan pekerjaan Pemprov DKI dan masyarakat tidak boleh berhenti.

Tantangan menurutnya belum selesai dan masih besar menyambut di masa mendatang. Sikap disiplin harus terus ditegakkan. "Tapi ini belum selesai, tantangannya masih besar. Ke depan, kita perlu lebih disiplin," ucapnya. Mantan Mendikbud ini mengajak masyarakat untuk memaknai pandemi Covid 19 tersebut sebagai ujian yang akan membawa hikmah.

"Ujian yang memberikan hikmah. Tapi memang hikmah tidak pernah kemarin, hikmah selalu datangnya besok,"paparnya. Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut hari ini angka tingkat reproduksi efektif (Rt) alami penurunan menjadi 0,98. Pada 5 Juni 2020 lalu atau sejak Jakarta diputuskan masuk masa transisi, angka Rt ibu kota dilaporkan sebesar 0,99.

Artinya selama dua pekan, reproduksi virus antar orang menurun 0,01. Hal tersebut disampaikan Anies Baswedan usai memimpin upacara HUT ke 493 DKI Jakarta, di halaman Blok G Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2020). "Tadi pagi jam 6.30 WIB, laporan tim Fakultas Kesehatan UI, dua minggu masa transisi wabah terkendali di Jakarta. Angka Rt nya menjadi 0,98," ungkap Anies Baswedan.

Tapi meski laporan terbaru angka Rt kembali turun, Anies Baswedan menegaskan masa transisi akan berlangsung sampai akhir Juni. Memasuki awal Juli, Pemprov DKI akan mengevaluasi pelaksanaan secara keseluruhan. Menurutnya, hasil ini adalah kerja keras dari masyarakat sendiri yang disiplin mematuhi aturan dan ketentuan dalam fase transisi menuju new normal.

"Transisi tetap berjalan sampai akhir Juni. Nanti kita evaluasi lagi," tutur Anies Baswedan. Kendati demikian, Anies Baswedan menyadari satu dua kasus pelanggaran pasti ada. Beberapa warga yang tidak patuh jelas masih terjadi. Namun, mantan Mendikbud ini menegaskan, Pemprov DKI mengevaluasi secara keseluruhan 11 juta penduduk ibu kota, bukan hanya terhadap satu dua kasus yang menarik perhatian.

"Tentu kasus kasus ada, pelanggaran ini itu ada, tapi yang dipotret ini adalah 11 juga pendudik, bukan satu dua kasus," ucap Anies Baswedan. Sebelumnya, Anies Baswedan membeberkan angka reproduksi (Rt) Covid 19 di ibu kota saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi, masih sama dengan sebelumnya. Di hari terakhir PSBB fase ketiga pada Kamis (4/6/2020) lalu, tingkat Rt Covid 19 di Jakarta menembus 0,99.

“Dari kemarin kami lihat masih 0,99. Itu masih sama,” kata Anies Baswedan di Mal Kota Kasablanka, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (16/6/2020) petang. Menurutnya, angka tersebut didapat berdasarkan kajian Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia. Meski saat ini PSBB transisi sudah berjalan sepekan, hasil kajian epidemiologinya masih tetap sama.

“Memang sudah jalan seminggu (PSBB transisi), tapi masih segitu angkanya,” imbuhnya. Sebelumnya, Anies Baswedan membeberkan angka reproduksi (Rt) Covid 19 di Ibu Kota, kian rendah mencapai 0,99. Angka ini dianggap baik karena potensi penularan virus Covid 19 yang terjadi antar pribadi masyarakat juga semakin rendah.

“Alhamdulillah angkanya turun terus dan sampai per hari kemarin (Rabu 3/6/2020) nilai Rt di Jakarta ada di angka 0,99,” katanya saat jumpa pers melalui siaran YouTube Pemprov DKI Jakarta, Kamis (4/6/2020) siang. Menurutnya, Rt Covid 19 saat ini mengalami penurunan yang sangat drastis dibanding Maret 2020 lalu. Pada Maret lalu nilai Rt berada di posisi angka empat, sehingga tingkat penularan Covid 19 yang terjadi di masyarakat cukup pesat.

Namun pada pertengahan Maret 2020, DKI mulai melakukan pembatasan terhadap aktivitas masyarakat. Misalnya, menutup sekolah, tempat pariwisata, meniadakan hari bebas kendaraan bermotor (HBKB), menutup kantor, dan sebagainya. “Mulai 16 Maret sekolah ditutup, work from home (bekerja dari rumah) dimulai dan seluruh fasilitas publik ditutup."

"Lalu apa yang terjadi? Mengalami penurunan yang sangat drastis,” ungkapnya. Kata dia, pembatasan aktivitas tersebut dilakukan sebelum DKI mengeluarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Jumat 10 April 2020 sampai 23 April. Kemudian, dilanjutkan PSBB fase kedua selama 28 hari dari 23 April sampai 22 Mei 2020.

Terakhir, fase ketiga PSBB yang dimulai dari 22 Mei sampai 4 Juni 2020. “Angka yang paling drastis turunnya adalah di masa Bulan Maret dan April." "Ini artinya kerja bersama seluruh penduduk DKI Jakarta,” tuturnya.

Dia menjelaskan, bila skor Rt berada di poin empat, maka satu orang yang terjangkit Covid 19 dapat menularkan kepada empat orang. Sementara, bila skor Rt berada di poin satu, berarti satu orang dapat menularkan kepada satu orang lainnya. “Bila di bawah satu, artinya sudah tidak menularkan."

"Atau dengan kata lain selama nilai Rt di atas satu maka wabah bisa terus berkembang." "Tapi kalau Rt di bawah satu wabah ini sudah terkendali,” jelasnya. 20 Kali Lebih Kuat dari SARS

Pemerintah tengah merumuskan protokol masyarakat produktif dan aman dari Covid 19. Pemerintah menyiapkan dasar argumentatif dalam menerapkan kebijakan tersebut, sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Sejumlah faktor menjadi pertimbangan dalam menyusun protokol masyarakat tersebut.

Salah satunya, penyebaran Covid 19. "Pertama adalah terkait dengan bagaimana kita tidak menambah penularan atau memperluas penularan, atau kita semaksimalnya mengurangi penularan," kata Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Rabu (20/5/2020). Menurut Ketua Umum PPP itu, terdapat sebuah metode yang disebut dengan basic produktif number.

Yaitu, angka yang menunjukkan daya tular sebuah virus, bakteri, atau penyakit. "Misalnya campak itu daya tularnya 12 sampai 18." "Artinya basic reproduktif number atau yang disingkat dengan R0, atau R nought, itu campak 12 18, dan dia melalui aerosol."

"Kemudian ada juga misalnya batuk rejan atau perkusis itu 5,5." "Kemudian kalau kita ingat flu Spanyol pada 100 tahun yang lalu itu 1,4 sampai 2,8." "Artinya satu orang itu bisa menularkan sampai 2,3 orang," jelasnya.

Sementara, menurut Suharso, R0 untuk Covid 19 itu yang direkam WHO angkanya antara 1,9 sama 5. Untuk Indonesia sendiri, basic reproduktif number (R0) diperkirakan 2,5. Artinya, satu orang bisa menularkan ke dua atau tiga orang.

"Nah, untuk Indonesia hari ini diperkirakan 2,5." "Artinya 1 orang itu bisa menularkan ke 2 atau 3 orang." "Tugas kita adalah bagaimana pada waktu tertentu, kita bisa menurunkan R0 itu, dari yang namanya 2,5 itu atau 2,6 persisnya, itu menjadi di bawah 1."

"Artinya dia tidak sampai menularkan ke orang lain," paparnya. Menurut Suharso, angka basic reproduktif number tersebut menjadi rujukan pemerintah dalam menentukan kebijakan dalam menanggulangi penyebaran Covid 19. "Jadi itu caranya adalah untuk kita bagaimana menekan apa yang disebut dengan R0 itu."

"Jadi R0 itu akan kita tekan sedemikian rupa." "R0 itu pada waktu T disebut dengan RT. Jadi bukan rukun tetangga tetapi RT. "Dan kita sekarang akan menghitung itu untuk semua kabupaten/kota dan seluruh provinsi di seluruh Indonesia."

"Itu indikator utama yang akan kita gunakan, yaitu R0 atau RT nya," bebernya. Sebelumnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharto Manoarfa mengatakan, pemerintah tengah merumuskan protokol masyarakat produktif dan aman dari Covid 19. Pemerintah menyiapkan dasar argumentatif dalam menerapkan kebijakan tersebut. sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

"(Harus) kredibel data datanya itu." "Sehingga dengan demikian kita bisa punya pertanggungjawabkan akuntabilitasnya kepada publik." "Bahwa kalau sebuah kebijakan itu ditelurkan, terutama terkait dengan kesehatan, itu benar benar bisa diterima," ujar Suharso melalui video conference, Rabu (20/5/2020).

Suharso mengatakan, saat ini tidak ada pilihan dalam menghadapi penyebaran Covid 19, selain dengan hidup berdampingan. Namun, bagaimana caranya hidup berdampingan, harus ada ketentuannya. Pemerintah merujuk pada aturan WHO dalam merumuskan protokol masyarakat produktif aman dari Covid 19.

"Jadi WHO memberikan beberapa indikator yang diminta untuk dapat dipatuhi oleh semua negara di dunia." "Dalam rangka menyesuaikan kehidupan normalnya new normalnya itu denganCovid, sampai kita belum menemukan vaksin," tuturnya. Sementara, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Doni Monardo mengatakan, protokol masyarakat produktif dan aman dari Covid 19, merupakan konsep menuju tatanan hidup normal baru.

"Ini adalah sebuah rencana atau konsep, menuju tatanan the new normal," terangnya. Menteri Riset dan Teknologi atau Kepala Badan Riset dan Inovasi Indonesia (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro menyebutkan, daya tular Covid 19 lebih kuat dibanding Virus SARS. Bahkan, Bambang mengatakan, hasil temuan Kemenristek mengungkapkan Virus Corona memiliki 20 kali lipat penularannya.

Hal itu disampaikan Bambang saat Peluncuran Produk Inovasi Covid 19 melalui siaran YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (20/5/2020). • Sudah 20 Perawat Indonesia Meninggal Selama Pandemi Covid 19, Termasuk Ari Puspita Sari "Kita ketahui bersama bahwa Covid 19 memiliki daya tular 20 kali lebih kuat dibanding SARS," kata Bambang Brodjonegoro.

Bambang menambahkan, guna menekan penularan virus tersebut, konsorsium Covid 19 yang berada di bawah koordinasinya terus berupaya melakukan pencegahan dengan pengobatan. Pihaknya juga terus memberikan dukungan dan berterima kasih terhadap masyarakat yang turut berperan dalam pengembangan inovasi alat alat kesehatan tersebut. "Saya ingin meminta agar sertifikasi produk inovasi peneliti konsorsium tidak hanya digunakan selama pandemi, tapi juga untuk jangka panjang."

"Sehingga dapat mendorong kemandirian produksi alat kesehatan dalam negeri," jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *